Metode Pembelajaran Sejarah Yang Efektif
Menumbuhkan Spirit Nasionalisme Dalam Era Globalisasi
Pendahuluan
Generasi muda adalah modal bangsa dan harapan masa depan bangsa, dipundak merekalah negeri ini akan berlangsung, baik generasi mudanya baiklah masa depan bangsanya, terganggu generasi muda terganggulah keberlangsungan eksistensi suatu bangsa. Setiap bangsa idealnya harus memiliki spirit kebangsaan tinggi yang muncul dari perjalanan bangsanya dan hasil perenungan yang mendalam tentang jati diri bangsanya. Setiap peristiwa sejarah yang telah dilaluinya disikapi bersama secara bijaksana dan penuh kearifan sehingga memunculkan pemahaman kolektif yang penuh makna dan harga diri yang tinggi akan bangsanya.
Ungkapan blessing in disguise adalah sebuah spirit bijak yang mengharuskan kita memaknai setiap peristiwa secara kritis dan teologis. Setiap peristiwa yang terjadi bila kita telaah dan kritisi akan menjadi sebuah proses pembelajaran bagi kita. Sebagai contoh peristiwa yang aktual, seperti permasalahan Ambalat, Manohara Odelia Pinot, Siti Hajar, Antasari Azhar dll. Semuanya menyimpan makna pembelajaran tentang sikap dan prilaku manusia secara individu atau secara kolektif sebagai sebuah bangsa.
Pemahaman yang baik tentang eksistensi bangsa akan meminimalisir hal-hal yang tidak kita harapkan dari era globalisasi yang sangat intensif dan terjadi percepatan dalam berbagai phenomena kehidupan, permasalahan yang sangat-sangat serius bila pondasi jati diri bangsa kita tidak tertanam dengan baik dalam lapisan masyarakat. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang komplek dengan berbagai macam permasalahannya, sekaligus masyarakat adalah pendukung suksesnya sebuah perjalanan berbangsa dan bernegara. Para pemuda dan golongan terpelajar merupakan bagian dari masyarakat hendaknya menjadi agen perubahan yang positif ditengah derasnya arus globalisasi yang kian intensif seiring kemajuan teknologi ilmu pengetahuan.
Bekal pengetahuan dan teknologi bagi generasi muda terpelajar Indonesia adalah sebuah keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi, pilihannya hanya satu bekali dan berikan pendidikan yang baik pada generasi muda terpelajar kita. Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bangun dari keterpurukan bahu-membahu singsingkan lengan baju demi masa depan yang lebih baik dalam iklim global yang makin kompetitif.
Kondisi diatas mendorong penulis sebagai guru mata pelajaran sejarah untuk memanfaatkan pembelajaran sejarah sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan mensikapi secara bijaksana phenomena yang terus berkembang. Era globalisasi dan pentingnya nasionalisme bagi bangsa Indonesia dapat dipresentasikan secara bijaksana dan dialogis humanis pada golongan muda terpelajar dalam bimbingan tenaga pendidik sebagai mediator belajar. Pembelajaran yang dialogis edukatif, humanis, dan efektif membuka peluang munculnya kesadaran golongan muda terpelajar untuk mengenal jati dirinya sebagai bangsa Indonesia ditengah derasnya arus globalisasi masyarakat dunia .
Senin, 31 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar