LAGU TRADISI DI KLAIM
LAGU INDONESIA RAYA DILECEHKAN
WILAYAH DICAPLOK
Ketika saya dulu kuliah di IKIP bandung pada tahun 1992 saya punya empat orang teman dari Malayasia, mereka sangat santun dan tidak memperlihatkan sikap dan hal-hal yang tidak baik. Persaudaraan dan pertemanan sebagai rekan kuliah berjalan sesuai dengan pergaulan standar mahasiswa saat itu.
Kalaulah teman kuliah saya merepresentasikan Bangsa Malayasia saya tidak yakin dengan sikap dan prilaku Bangsa Malayasia kali ini. Beberapa kali saya mengamati tentang adanya klaim Malayasia terhadap wilayah dan hak budaya dan intelektual Bangsa Indonesia, Malayasia seperti anak kecil merengek-rengek meminta permen yang sedang kita makan, Malayasia seperti menirukan lagu yang kita tembangkan, Malayasia seperti anak kecil yang meniru-niru kita ketika kita sedang menari atau berjoget. Persis dalam ilustrasi saya Malayasia adalah anak kecil yang sedang belajar meniru dan mengakui segala yang ada didekatnya seperti miliknya sendiri. Ini sebuah kondisi yang sedang berkembang di negeri yang serumpun dengan kita dan tetangga dengan kita. Sangatlah tidak mungkin kalau Malayasia meniru atau mengklaim sesuatu yang berbau Amerika atau Rusia, selain jauh juga tidak bertetangga dan tidak serumpun bukan dalam jangkauannya. Hal yang paling mudah adalah Indonesia Negara yang paling dekat serumpun dan dianggap sedang kurang konsentrasi dalam memelihara dirinya.
Kalaulah anak kecil yang melakukan berbagai kesalahan terhadap kita sangatlah wajar dan biasa tetapi kalaulah sebuah bangsa mengklaim dan menyinggung bangsa yang lain ini baru sebuah kondisi yang bisa berbahaya. Dalam era globalisasi sekarang ini segala yang terjadi akan segera terakses oleh seluruh bangsa-bangsa lain dimanapun berada , apa yang terjadi pada bangsa kita dan apa yang bangsa kita lakukan akan terakses oleh bansa yang lain.
Kamis, 03 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar